Jumat, 29 Maret 2013



FALLING IN LOVE WITH MY WIFE

Malam ini sangat sunyi, sesekali ku lirih jam yang sudah menunjukan puluk 01.55 malam. Hmm, fikiran ku sudah berkecamuk tak menentu. Harus nya dia sudah pulang sejak satu jam yang lalu ! kenapa sampai sekarang belum sampai juga.

Tok .... Tok .... Tok ....

Lamunan ku cepat berlalu saat ku dengar pintu rumah di ketuk perlahan ! ada rasa tenang yang menyusup hangat di hati, kemungkinan itu dia.

“ Assalamualaikum... “

“ Wa’alaikumsalam... “ jawab ku seraya meraih gagang pintu. Disana ku temukan dia berdiri dengan senyum datar nya, mungkin dia bisa menangkap perasaan cemas yang menggelayuti wajah ku.

“kamu belum tidur.... “ terdengar seperti sebuah pernyataan di bandingkan sebuah pertanyaan. Ku anggukan saja kepala ku menanggapi ucapan nya. Wajah nya nampak sangat lelah, pakaian nya sudah jelas pasti sangat lusuh. Tapi, tunggu dulu ! aku baru sadar ada perban yang membalut lengan nya setelah ku bantu dia melepas jaket nya.

“ Ini.... kenapa ?! “ ragu aku bertanya, karena dia memang sangat tidak suka jika ku hujani pertanyaan-pertanyaan setiap kali dia pulang kerja.

“ Hn....nanti aja ! aku mau mandi dulu, badan ku kotor semua. “ refleks aku berlari ke belakang, menyiapkan air hangat untuk nya.

Aku diam melihat nya berbaring memejamkan matanya di sisi ku, aku tau dia belum tidur ! nafas nya masih terlalu berat untuk di katakan orang yang sedang tidur. Tiba-tiba pandangan ku tertuju pada perban kotor yang belum ia ganti.

“ sinih, aku ganti dulu perban nya ! “ dia diam, membiarkan ku mengganti perban di tangan nya. Ada luka yang cukup dalam. Aku ingin bertanya, tapi tatapan mata nya seperti mengatakan ‘ aku enggan menjelaskan nya malam ini ‘ .

            Kami sudah menikah sejak April, itu arti nya sudah hampir 6bulan ! tapi, sampai detik ini dia sama sekali tidak menyentuh ku. Memeluk atau sekedar mengecup kening ku setiap kali berangkat kerja pun tidak. Aku terlalu asing untuk nya,,, ya, mungkin karena kami ini di jodoh kan. Aku ingat, betapa marah nya dia saat mengetahui perjodohan ini. Betapa berat nya dia melepaskan kekasih nya hanya untuk memenuhi permintaan ayah nya yang sedang sakit keras itu. Tapi dia terlalu menyayangi ayah nya, dia tidaak akan mampu menolak permintaan ayah nya untuk menikahi ku.

“ kok kamu belum hamil-hamil juga sih Fa ! padahal ibu kepingin banget dapet cucu dari kamu sama Fabian. “ ku lirik dia sesaat, wajah nya perlahan meredup. Ya, aku masih ingat sekali kunjungan kami ke rumah orang tua nya waktu pulang kampung kemarin. Wajah penuh harap dari ibu nya, akh mungkin dia akan melakukan hal yang nekat lagi.

Dia sudah terlelap setelah aku selesai mengganti perban di lengan nya ! wajah nya sangat damai setiap kali sedang terlelap. Hampir tiap malam aku tidak bisa tidur hanya untuk memperhatikan wajah suami ku ini. Wajah teduh nya yang berbanding terbalik dengan wajah keras nya setiap hari.

“ jangan kamu pelototin terus muka ku ini ! ayo tidur.... “ dia belum tidur ?!?!?1 aduh, jadi malu.

“ I..iya mas ! “ku baringkan tubuh ku di sisi nya. Jauh di ujung sisi ranjang ini, sampai terlihat sekali jarak yang ku buat di antara kami untuk membuat nya merasa nyaman. Lama, aku menatap wajah itu, seperti masuk ke dalam pusaran yang membawa ku terlelah dalam malam.

“ Ng..... “ ada setitik cahaya yang menyeruak masuk melewati celah gorden jendela. Itu, benar-benar mengganggu waktu tidur ku yang sangat singkat.

“ masih pagi Syifa ! nanti satu jam lagi... “ Eh... dia menarik tubuh ku berada dalam pelukan nya. Ini, ya Tuhan...kenapa jadi sedekat ini. Aku yang tanpa sadar mendekati nya atau dia yang mendekati ku ya semalam ?!? dan... HAH...kenapa posisi kami jadi bertukar seperti ini. Ya Tuhan, apa yang terjadi...

“ Astaghfirullah... “ aku bergegas beranjak dari pelukan nya. Ya Tuhan rasa nya seperti habis melakukan dosa besar karena tidur di dalam pelukan nya.

“ Apa sih....kamu itu berisik banget pagi-pagi ! kenapa pake istighfar segala... “ dia jadi ikutan bangun dengan wajah yang paling kusut...dan....

“ kyaaa... mas, pake kaos kamu ! “ tolong....tolong...tolong....kenapa dia bertingkah aneh seperti itu sih. Ya Tuhan....

“ Oh, ini.....” dia menunjuk dada nya yang tidak tertutup itu. Hmm, ini pertama kali nya aku melihat dada nya yang bidang itu. Keren dan sexy....

“ aku ini suami kamu Asyifa....jadiiiii... “ bruk...dia menarik tubuh ku ke ranjang. Hiii, tatapan nya sangat liar. Feeling ku jadi sangat jelek...apa sih yang mau dia lakukan pada ku.

“ M..m..mas....aku... “ tidak berani melihat dia yang jarak nya sangat dekat dengan ku.

Bisa ku rasakan nafas nya yang hangat menyentuh daun telingaku, gigi nya yang tajam itu menggigit ujung daun telingaku lembut, membuat sekujur tubuh ku menegang seketika.

“ aku sayang kamu Asyifa.... “ dan dia membisikan nya pelan, seperti hembusan angin yang menyejukan hati. Ku rasakan bibir nya yang lembur mengecup leher lu, sehingga meninggalkan bekas seperti kissmark. Mengecup kening ku, mengecup pipi ku...dan, ku rasakan bibir nya menekan lembur bibir ku. Bermain-main dengan bibir mungil ku, lidah nya bermain-main di langit-langit mulut ku. Menggoda ku dengan menggigit bibir bawah ku pelan. Akh, dia sangat mengganggu ku dengan semua sikap nya itu. Tangan nya melingkari pinggang ku, menarik ku berada dalam dekapan nya. Apa dia akan melakukan nya kepada ku ?!?! tidak...tidak...rasa nya aku masih sangat belum siap.

“ hei...buka mata kamu ! apa begini cara kamu memperlakukan suami yang lagi manjain kamu... “ anu..manjain itu...mmmm

“ A...aku ! mas, kamu menakutkan kalau lagi begini... “ bibir nya mengerucut, itu arti nya dia sangat-sangat gak suka sama jawaban ku.

“ oh gitu ! “ dia melepas pelukan nya. Koq rasa nya  sangat sakit ya di hati waktu dia lepas pelukan nya. Dia duduk menjauh dari sisi ku...

“ Mas... aku...maaf ! aku gak maksud gitu.... “ jangan marah. Rasa nya baru sebentar sekali aku merasakan sikap nya yang sangat hangat pagi ini setelah 6bulan berlalu. Jangan, jangan merusak apa yang sangat indah yang baru saja aku mulai ini...

“ Mas... “ suara ku parau. Ku beranikan diri bersandar di pundak nya, dia masih diam. Rasa khawatir ku semakin menjadi-jadi saja. Tanpa sadar, aku menangis memeluk nya erat.

“ Kaya nya kamu udah jatuh cinta ya sama aku Fa... hehehe “ ap...apa....dia menyeringai lagi. Ini sangat menyeramkan....seringaian nakal dari cowok yang satu ini bener-bener bikin aku ketakutan.

“ M..mas...jangan ngeliatin aku begitu. Aku takut.... “ dia terkekeh, semakin dekat ke arah ku.

“ kamu harus di hukum...hehehe “ ya Tuhan, dia menyebalkan. Dan suasana juga sangat menyebalkan, hujan nya terlalu di buat-buat...mungkin ini keberuntungan buat dia pagi ini. Tuhan, maafin suami ku yang menyebalkan ini !....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar