FALLING
IN LOVE WITH MY WIFE
Malam
ini sangat sunyi, sesekali ku lirih jam yang sudah menunjukan puluk 01.55
malam. Hmm, fikiran ku sudah berkecamuk tak menentu. Harus nya dia sudah pulang
sejak satu jam yang lalu ! kenapa sampai sekarang belum sampai juga.
Tok .... Tok .... Tok
....
Lamunan ku cepat
berlalu saat ku dengar pintu rumah di ketuk perlahan ! ada rasa tenang yang
menyusup hangat di hati, kemungkinan itu dia.
“ Assalamualaikum... “
“ Wa’alaikumsalam... “
jawab ku seraya meraih gagang pintu. Disana ku temukan dia berdiri dengan
senyum datar nya, mungkin dia bisa menangkap perasaan cemas yang menggelayuti
wajah ku.
“kamu belum tidur.... “
terdengar seperti sebuah pernyataan di bandingkan sebuah pertanyaan. Ku
anggukan saja kepala ku menanggapi ucapan nya. Wajah nya nampak sangat lelah,
pakaian nya sudah jelas pasti sangat lusuh. Tapi, tunggu dulu ! aku baru sadar
ada perban yang membalut lengan nya setelah ku bantu dia melepas jaket nya.
“ Ini.... kenapa ?! “
ragu aku bertanya, karena dia memang sangat tidak suka jika ku hujani
pertanyaan-pertanyaan setiap kali dia pulang kerja.
“ Hn....nanti aja ! aku
mau mandi dulu, badan ku kotor semua. “ refleks aku berlari ke belakang,
menyiapkan air hangat untuk nya.
Aku diam melihat nya
berbaring memejamkan matanya di sisi ku, aku tau dia belum tidur ! nafas nya
masih terlalu berat untuk di katakan orang yang sedang tidur. Tiba-tiba
pandangan ku tertuju pada perban kotor yang belum ia ganti.
“ sinih, aku ganti dulu
perban nya ! “ dia diam, membiarkan ku mengganti perban di tangan nya. Ada luka
yang cukup dalam. Aku ingin bertanya, tapi tatapan mata nya seperti mengatakan
‘ aku enggan menjelaskan nya malam ini ‘ .
Kami sudah menikah sejak April, itu arti nya sudah hampir
6bulan ! tapi, sampai detik ini dia sama sekali tidak menyentuh ku. Memeluk
atau sekedar mengecup kening ku setiap kali berangkat kerja pun tidak. Aku
terlalu asing untuk nya,,, ya, mungkin karena kami ini di jodoh kan. Aku ingat,
betapa marah nya dia saat mengetahui perjodohan ini. Betapa berat nya dia
melepaskan kekasih nya hanya untuk memenuhi permintaan ayah nya yang sedang
sakit keras itu. Tapi dia terlalu menyayangi ayah nya, dia tidaak akan mampu
menolak permintaan ayah nya untuk menikahi ku.
“ kok kamu belum
hamil-hamil juga sih Fa ! padahal ibu kepingin banget dapet cucu dari kamu sama
Fabian. “ ku lirik dia sesaat, wajah nya perlahan meredup. Ya, aku masih ingat
sekali kunjungan kami ke rumah orang tua nya waktu pulang kampung kemarin.
Wajah penuh harap dari ibu nya, akh mungkin dia akan melakukan hal yang nekat
lagi.
Dia sudah terlelap
setelah aku selesai mengganti perban di lengan nya ! wajah nya sangat damai
setiap kali sedang terlelap. Hampir tiap malam aku tidak bisa tidur hanya untuk
memperhatikan wajah suami ku ini. Wajah teduh nya yang berbanding terbalik
dengan wajah keras nya setiap hari.
“ jangan kamu pelototin
terus muka ku ini ! ayo tidur.... “ dia belum tidur ?!?!?1 aduh, jadi malu.
“ I..iya mas ! “ku
baringkan tubuh ku di sisi nya. Jauh di ujung sisi ranjang ini, sampai terlihat
sekali jarak yang ku buat di antara kami untuk membuat nya merasa nyaman. Lama,
aku menatap wajah itu, seperti masuk ke dalam pusaran yang membawa ku terlelah
dalam malam.
“ Ng..... “ ada setitik
cahaya yang menyeruak masuk melewati celah gorden jendela. Itu, benar-benar
mengganggu waktu tidur ku yang sangat singkat.
“ masih pagi Syifa !
nanti satu jam lagi... “ Eh... dia menarik tubuh ku berada dalam pelukan nya.
Ini, ya Tuhan...kenapa jadi sedekat ini. Aku yang tanpa sadar mendekati nya
atau dia yang mendekati ku ya semalam ?!? dan... HAH...kenapa posisi kami jadi
bertukar seperti ini. Ya Tuhan, apa yang terjadi...
“ Astaghfirullah... “
aku bergegas beranjak dari pelukan nya. Ya Tuhan rasa nya seperti habis
melakukan dosa besar karena tidur di dalam pelukan nya.
“ Apa sih....kamu itu
berisik banget pagi-pagi ! kenapa pake istighfar segala... “ dia jadi ikutan
bangun dengan wajah yang paling kusut...dan....
“ kyaaa... mas, pake
kaos kamu ! “ tolong....tolong...tolong....kenapa dia bertingkah aneh seperti
itu sih. Ya Tuhan....
“ Oh, ini.....” dia
menunjuk dada nya yang tidak tertutup itu. Hmm, ini pertama kali nya aku
melihat dada nya yang bidang itu. Keren dan sexy....
“ aku ini suami kamu
Asyifa....jadiiiii... “ bruk...dia menarik tubuh ku ke ranjang. Hiii, tatapan
nya sangat liar. Feeling ku jadi sangat jelek...apa sih yang mau dia lakukan
pada ku.
“ M..m..mas....aku... “
tidak berani melihat dia yang jarak nya sangat dekat dengan ku.
Bisa ku rasakan nafas
nya yang hangat menyentuh daun telingaku, gigi nya yang tajam itu menggigit
ujung daun telingaku lembut, membuat sekujur tubuh ku menegang seketika.
“ aku sayang kamu
Asyifa.... “ dan dia membisikan nya pelan, seperti hembusan angin yang
menyejukan hati. Ku rasakan bibir nya yang lembur mengecup leher lu, sehingga
meninggalkan bekas seperti kissmark. Mengecup kening ku, mengecup pipi
ku...dan, ku rasakan bibir nya menekan lembur bibir ku. Bermain-main dengan
bibir mungil ku, lidah nya bermain-main di langit-langit mulut ku. Menggoda ku
dengan menggigit bibir bawah ku pelan. Akh, dia sangat mengganggu ku dengan
semua sikap nya itu. Tangan nya melingkari pinggang ku, menarik ku berada dalam
dekapan nya. Apa dia akan melakukan nya kepada ku ?!?! tidak...tidak...rasa nya
aku masih sangat belum siap.
“ hei...buka mata kamu
! apa begini cara kamu memperlakukan suami yang lagi manjain kamu... “
anu..manjain itu...mmmm
“ A...aku ! mas, kamu
menakutkan kalau lagi begini... “ bibir nya mengerucut, itu arti nya dia
sangat-sangat gak suka sama jawaban ku.
“ oh gitu ! “ dia
melepas pelukan nya. Koq rasa nya sangat
sakit ya di hati waktu dia lepas pelukan nya. Dia duduk menjauh dari sisi ku...
“ Mas... aku...maaf !
aku gak maksud gitu.... “ jangan marah. Rasa nya baru sebentar sekali aku
merasakan sikap nya yang sangat hangat pagi ini setelah 6bulan berlalu. Jangan,
jangan merusak apa yang sangat indah yang baru saja aku mulai ini...
“ Mas... “ suara ku
parau. Ku beranikan diri bersandar di pundak nya, dia masih diam. Rasa khawatir
ku semakin menjadi-jadi saja. Tanpa sadar, aku menangis memeluk nya erat.
“ Kaya nya kamu udah
jatuh cinta ya sama aku Fa... hehehe “ ap...apa....dia menyeringai lagi. Ini
sangat menyeramkan....seringaian nakal dari cowok yang satu ini bener-bener
bikin aku ketakutan.
“ M..mas...jangan ngeliatin
aku begitu. Aku takut.... “ dia terkekeh, semakin dekat ke arah ku.
“ kamu harus di
hukum...hehehe “ ya Tuhan, dia menyebalkan. Dan suasana juga sangat
menyebalkan, hujan nya terlalu di buat-buat...mungkin ini keberuntungan buat
dia pagi ini. Tuhan, maafin suami ku yang menyebalkan ini !....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar