MIMPI
Pernah
merasakan kesepian karena sebuah pilihan ? oh, mungkin pernahkah merasakan
seperti hidup sendiri, tanpa ada nya seseorang yang mau menemani ? ya, itu
karena sebuah pilihan yang kamu buat sendiri. Pilihan yang harus kamu ambil,
yang menurut mu itu adalah pilihan terbaik yang bisa kamu lakukan untuk hidup
mu. Bahkan sampai usia mu sudah beranjak dewasa , kamu masih saja sendirian.
“ Bos, pulang duluan ya ! “
sekarang kamu benar-benar sendiri, padahal bagi mu kampus adalah tempat paling
menyenangkan. Dimana kamu bisa melihat sahabat-sahabat mu bersosialisasi dengan
mu tanpa memperdulikan masa lalu mu. Sebuah keputusan atau bisa di bilang
sebuah kesalahan yang pernah kamu buat.
Langit senja masih menorehkan
jingga yang sempurna setelah gerimis siang tadi. Mata saphire mu menatap kosong
pada jalanan yang lengang. Sesekali nafas mu terhempas berat, seperti ada beban
yang sangat berat dalam hidup mu. Melihat remaja seusia mu yang bisa menikmati
hidup, tentu membuat mu iri.
“ selamat sore Kaka ! selamat
datang di dream’s cafe. “ ya, sore ini kamu kembali lagi menikmati hari-hari mu
yang kosong di tempat yang sama. Sekedar menikmati waktu privasi mu untuk sendiri, atau
menyibukan diri dengan secangkir coklat panas dan jaringan internet di laptop
mu.
“ sore Lyra ! hari ini pesan
milkchocolate aja ya... “ itu senyum pertama mu hari ini. Menatap gadis mungil
yang selalu setia menyapa mu setiap hari.
“ Ok ! di tunggu ya... “ kamu
memperhatikan nya ?! langkah kecil yang nampak sangat ringan itu melenggang meninggalkan
mu dengan senyum ceria nya.
Sudah
dua jam kamu duduk di tempat ini, memperhatikan tingkah gadis kecil itu yang
antusias menyapa setiap pelanggan-pelanggan nya. Memperhatikan kilatan-kilatan
mata coklat nya yang selalu berbinar, haha...mata itu selalu mampu menenangkan mu
sama seperti segelas coklat yang bisa membuat mu merasa rileks..
“ eh,_ “ dia menengok kearah mu
yang mulai beranjak dari tempat duduk
mu.
“ udah malam, aku lupa ada tugas
yang belum aku bikin. Maaf ya Lyra, aku pulang duluan.. “ dia hanya tersenyum,
mengantar kan mu sampai depan cafe. Mata nya selalu hangat, berharap kamu akan
kembali lagi esok hari. Jemari-jemari nya terus bermain dengan ujung celemek
yang ia kenakan. Sungguh, terlihat sangat lugu dan polos.
“ Lyra,_ “ ya, suara itu selalu
mengganggu mu setiap malam untuk sekedar menatap mata coklat nya itu.
“ Iya Ka ! “ _
“ terimakasih atas kunjungan nya
! jangan lupa berkunjung di malam valentine nanti. Kami menyediakan menu coklat
special di malam itu... “ dia berulas semangat. Meninggalkan mu lagi dengan
aktivitas nya.
Lyra POV
Sudah
seminggu lebih aku tidak melihat nya berkunjung ke cafe ini ! sudah seminggu
pula aku menahan perasaan khawatir yang membuncah di dada. Eh,_ kenapa juga aku
harus memikir kan nya. Tapi, sejak hari ini aku merasa bahwa bukan hanya aku
saja yang sendirian di dunia ini. Kebahagiaan yang bodoh, karena merasa bahagia
masih ada orang seperti ku di dunia ini. Meski dengan alasan yang tak pernah ku
tau...
“ Lyr, mungkin dia lagi sibuk
date di tempat lain kali. Makanya gak pernah kesini... “ apa sih,Kakak ku yang
satu ini memang sok tau dan menyebalkan. Bahkan sering sekali dia ber argumen,
bahwa aku tertarik dengan cowok itu.
“ mulai deh Ka ! kalau dia gak
dateng, kita kehilangan satu pelanggan dong.... “ ku jawab pernyataan Kakak ku
yang membuat nya tediam setuju. Hahaha... smart...
Malam ini hujan turun lagi,
membuat ku terjebak cukup lama di cafe ini ! padahal ini sudah waktu nya aku
pulang dan mengistirahatkan badan ku.
Kriet ....
Pintu cafe terdorong, disana ada
seseorang dengan jaket biru yang basah. Sudah mau tutup cafe, tapi kenapa
pengunjung masih saja datang.
“ Oh,_ selamat malam. Selamat
datang di dream’s cafe... “ ku sapa pengunjung terakhir malam in ( ku harap )
dengan ceria. Dia menyingkap penutup kepala yang dari tadi menutupi kepala nya.
Dia masih berdiri di depan pintu, terlihat kebingungan mau berbuat apa.
“ mari saya bantu... “ deg,,,
jantung ku terasa seperti di tekan keras saat menyentuh tangan nya yang dingin.
Rambut hitam nya yang lepek di singkap nya ke atas, sehingga dapat ku lihat
mata saphire itu. Ya, mata yang sangat indah itu ! aku mengenal nya, bahkan
sangat mengenal nya. Mata yang selalu ingin ku lihat setiap saat, bahkan kalau
bisa ingin ku foto dan ku pajang di dinding kamar, agar aku bisa melihat nya
setiap malam.
“ Wah, ada yang baru berkunjung
lagi ni. Selamat malam Kev... “
dia tersenyum, mengernyitkan sebelah alis nya melihat ku terbengong-bengong di
depan nya.
“ aku pesan coklat panas nya ya
Kak... “ Kakak. Biasa nya dia memesan kepada ku. Ada yang aneh dengan nya hari
ini. Terlalu diam, senyum nya terlalu di buat-buat.
“ Ini ! keringin dulu badan kamu.
Baju kamu basah kuyup ! nanti aku pinjemin baju Kakak... “ tanpa membalas dia
beranjak dari duduk nya. Jalan nya terhuyung-huyung..ada apa sih dengan nya.
Bruk.....
“ Hei, Kev...kamu baik-baik saja
! “ dia pingsan. Kepala nya terbentuk sudut meja, meninggalkan darah di lantai.
“ Ng...maaf ! “ suara nya
terdengar berat. Ya Tuhan, darah nya banyak sekali.
“ Kak... “......_
Jam
sudah menunjukan pukul satu malam ! dia masih belum sadar juga. Padahal
pendarahan nya sudah berhenti. Jika melihat nya seperti ini, dia seperti bayi
kecil yang tidur lelap karena kelelahan. Wajah nya yang putih, tubuh nya yang
kekar dengan otot-otot yang menyembul di lengan-lengan panjang nya. Dada yang
bidang, kaki yang jenjang.._ akh sungguh dia sangat indah. Tapi setiap kali
mengingat sorot mata nya tadi, seperti ada banyak tumpukan masalah yang ia
pendam sendiri...
“ Mom.... Dad...._Ngh.....” dia mengigau
lagi. Apa dia rindu pada orang tua nya. Kasian, mengingat semua keluarga nya
meninggal pada kecelakaan naas itu. Ya, sejak kecelakaan itu dia jadi lebih
banyak diam. Tempat dia duduk sendiri di sudut cafe itu juga salah satu
kenangan yang paling manis dan menyiksa batin, karena disana mereka semua
sering menghabiskan waktu weekend mereka bersama-sama.
“ Kev... kamu harus kuat ! “ ku
bisikan kalimat itu pelan di daun telinga nya. Ada butir-butir zamrud bening
yang menetes dari sudut pata nya.
^______________*______________^
Normal POV
“ Selamat pagi ! “ suara mu yang terdengar pilu itu menyapa nya pagi ini.
“ Kev...._ “ kamu tersenyum ?
bahkan senyum mu nampak sangat tulus menyambut nya. Apa sekarang kamu meras
bahwa dia bisa mengisi relung-relung kosong di dada mu itu ?!?
“ makasih udah jagain aku
semaleman ! nanti aisiten ku yang anterin kamu pulang... “ dia masih diam.
Mungkin dia bisa menangkap rasa takut dari pancaran mata mu itu. Oh,
ayolah..kenapa tidak kamu katakan saja bahwa kamu ingin dia menemani mu lebih
lama lagi. Kenapa justru merasa sangat takut seperti itu.
“ Tapi..._” cup.....
“ aku gak mau kamu sakit !
pulang, istirahat yang cukup. Aku baik-baik saja... “ blush... kamu pasti bisa
melihat rona merah yang tergores di pipi nya. Ya, seharus nya sekarang kamu
sadar, dia sangat tertarik pada mu. Hati nya pasti berbunga-bunga, saat kamu
mengecup kening nya lembut.
Malam
ini sudah terlalu larut, sudah menunjukan pukul sepuluh malam !ya, untuk orang
yang sedang sakit, tidak seharus nya keluyuran keluar rumah sakit sampai
selarut ini.
“ Hn.. dia emang keras kepala ! “
pemilik cafe Cuma menghela nafas panjang melihat salah satu pengunjung nya yang
datang dengan pakaian rawat rumah sakit.
“ merepotkan ! tutup saja cafe
nya, tinggalkan saja dia sendirian disini ! “ gadis mungil itu mendengus kesal.
Menghempaskan tubuh lelah nya di sofa ! sesekali ekor manyata nya menyipit,
melihat pengunjung terakhir nya malam ini.
Uhuk...uhuk....
Mata nya melebar, melihat cairan
merah yang keluar dengan batuk yang tidak henti-henti dari tadi. Ada rasa
khawatir yang terpancar dari mata coklat nya, tapi rasa sebal nya sudah
menggunung.
“ kasian tuh, nafas nya udah
susah begitu... “ lagi-lagi hanya melirik dari kejauhan.
“ Ayo pulang ! “ gadis mungil itu
menarik tangan mu, memaksa mu mengenakan jaket nya dan keluar dari cafe itu.
Kamu tersenyum simpul, membiarkan dia menarik-narik tangan mu keluar dari cafe.
Jalanan terlalu sepi, tidak ada taksi.
“ biar aku tunggu asisten ku aja
yang jemput ! kamu pulang duluan aja...” gadis itu menatap sebal. Tatapan yang
seperti tiu justru membuat kilatan-kilatan mata nya menjadi sangat indah.
“ kita naik motor ku aja ! muka
kamu udah pucet banget... “ kamu memperhatikan bibir mungil nya yang merah
merekah di bawah cahaya lampu jalan. Menggemaskan, bahkan membuat perut mu
memanas seketika. Kamu mencoba menahan perasaan aneh yang menyeret akal sehat
mu untuk mencicipi bibir mungil itu yang nampak sangat manis. Akh,
gila...jangan main-main, dia bisa lebih menakutkan jika sedang marah.
Uhuk....uhuk.....
Darah lagi, kali ini lebih banyak
! mata nya yang coklat melebar melihat darah yang berceceran di tangan mu, baju
mu, bahkan di sudut bibir mu. Dia bergegas menangkap tubuh mu yang tinggi itu
sebisa yang ia mampu ! wajah pucat yang seperti kehabisan darah, nafas yang
tersengal-sengal, badan yang panas tinggi. Kamu pasti sangat merepotkan nya
malam ini....
“ KAKAK..... “ dia berteriak.
Hanya suara itu yang terakhir kali kamu dengar sebelum semua nya nampak
hitam....
^______________*______________^
Kevin POV
Mendadak
tubuh ku terasa dingin dengan bayangan hitam yang menyelubungi pandangan ku !
ada banyak sekali suara yang tidak karuan,ada banyak sekali isak tangis. Akh,
aku benci mengingat isak tangis, seperti memutar ulang kejadian-kejadian drama
yang penuh air mata itu. Meninggalkan aku sendirian, di sudut rumah yang luas
ini dengan rasa sepi. Kadang aku berfikir, kenapa aku menolak ikut mereka dan
memilih mengisi liburan ku dengan berkemah, mungkin jika aku ikut, aku tidak
akan merasa kesepian seperti ini. Setidak nya aku bahagia bisa tetap berkumpul
dengan keluarga ku di sanaa...
“ Kev... Kevin.... “ suara siapa
? suara lembut itu, yang menyapa ku pertama kali setelah kejadian drama itu.
Ya, gadis mungil yang menyapa ku di sudut cafe dengan mata coklat nya yang
berbinar, seakan menyibakan tirai drama perlahan-lahan dari hari-hari ku. Ya,
itu alasan ku mengunjungi nya setiap hari, karena ingin melihat semangat nya
yang membuat ku hidup kembali.
“ KEV.....” sakit. Ada sebuah
benda keras yang menghantam dada ku, mengalirkan aliran-aliran listrik yang
membuat ku masuk kembali pada sebuah dimensi.
“ Lyra.... “ aku rindu memanggil
nama itu. Sulit sekali membuka mata ini, sekali nya terbuka sedikit pandangan
ku sangat kabur. Tidak jelas, entah ada siapa saja di ruangan ini, tapi ada
satu wajah yang ku kenali. Wajah putih yang manis, dengan senyum nya yang
sehangat matahari, mata nya yang sehangat coklat, bibir nya yang semanis buah
cerry...
“ Akh.... “ dada ku, sakit. Sulit
sekali untuk bernafas di ruangan ini, apa mereka menghabiskan persediaan
oksigen untuk ku. Ayolah, menyingkir, biarkan aku bernafa...aku butuh udara.
“suster, siapkan oksigen... “
benda itu di pasang, seperti mengalirkan udara segar yang membuat paru-paru ku
bisa mengembang dengan leluasa.
“ syukurlah... bawa dia ke ruang
rawat ! “ lagi-lagi suara yang mendominan itu. Kemana suara gadis mungil ku
itu.
“ Kevin... Kev.._” lagi-lagi
suara mungil itu. Dia selalu saja memanggil ku setiap kali aku ingin terlelap.
Aku lelah, aku ingin tidur sebentar sajaa.
“ Mmmm...aku lelah! Boleh aku
tidur satu jam lagi saja... “ aku mencoba memelas dengan mata yang sulit sekali
ku buka.
“ No ! weak up... kamu udah tidur
dari kemarin malam Kev.. ini sudah siang ! ayo bangun,.. “ suara nya seperti
sebuah perintah saja. Tapi tetap terdengar sangat lembut..
“ Lyra.. aku lelah ! sungguh...”
ku buka mata ku perlahan, dia tersenyum, menggenggam jemari tangan ku erat. Ya
Tuhan, dia cantik sekali....tubuh mungil nya di balut dress selutut berwarna
biru. Dia sangat cantik hari ini...
“ Lyra, sungguh aku lelah ! aku
ingin tidur... “ mata ku rasa nya berat sekali. Aku tidak kuat, meski aku ingin
sekali terus terjaga untuk menatap nya.
“ Ok ! kamu boleh tidur
lagi...kamu memang butuh banyak waktu istirahat... “ dia tersenyum, membelai
kening ku perlahan. Setiap sentuhan tangan nya, seperti belaian tangan Mom.
Sangat lembut dan menenangkan..
Normal POV
Semburat
jingga itu sungguh mengganggu tidur mu ?! sekarang, rasa nya kepala mu jadi
sangat berat. Akh, kenapa kamu sendirian disini...mana ada orang sakit di
tinggalkan sendirian.
“ sudah bangun ?! satu jam nya
lama sekali, sampai sore baru bangun... “ dia memicingkan senyuman nya kearah
mu. Dia pasti tau, kamu sangat kelelahan belakangan ini...
“ Maaf.... “ ucap mu datar kearah
nya. Lagi-lagi dia hanya tersenyum, membiarkan mu menikmati kecantikan nya yang
di balut cahaya jingga itu.
“ kata asisten kamu, besok pagi
calon istri kamu dateng ke sini. Aku gak nyangka, calon penerus perusahaan
seperti kamu, juga di pilihkan jodoh ya... “ dia tertawa lirih. Terdengar di
buat-buat dan terdengar penuh rasa cemburu. Ya, hal itu juga yang mengganggu
jalan fikiran mu belakangan ini. Membuat mu susah tidur berhari-hari.
“ Lyra.... “ kamu tidak bisa
berkata-kata lagi ?! melihat gadis mungil mu kini terisak menahan tangis.
“ Aku tau, perasaan ku ini salah
buat kamu ! tapi aku gak bisa bohong, kalau aku sangat sayang kamu.. “ dia
menangis, membenamkan wajah nya di antara jadi-jari nya yang lentik.
“ Aku tau ! aku janji, aku gak
akan ninggalin kamu... “ tiba-tiba, kamu memeluk nya sangat erat. Membenamkan
wajah nya yang sendu dalam pelukan mu. Ya, seorang penerus seperti mu seharus
nya memiliki wewenang untuk menolak.
“ Tapi dia akan datang besok..
aku bukan apa-apa di bandingkan dia yang dari kalangan atas. “ dia terisak
lagi. Merengkuh tubuh mu semakin erat. Mata coklat nya kini di penuhi
butir-butir bening yang tertahan di kelopak mata nya.
“ Lyra... “ bisik mu lirih.
Mengangkat dagu nya perlahan, memperlihatkan betapa indah nya wajah gadis
mungil mu itu. Ruangan ini hanya bermandikan cahaya jingga, sungguh wajah nya
nampak semakin manis, mata coklat nya berkilat-kilat di terpa cahaya redup itu.
“ aku... sangat mencintai kamu !
“ ucap mu berbisik. Dia tersenyum, membiarkan mu mendekatkan wajah nya ke arah
mu. Kamu semakin tertarik dengan bibir nya yang merah muda itu ?! bibir mungil
nya sungguh membuat mu bergolak..
“ akh... “ kamu mencoba membuang
nya. Tapi dia menahan mu, dia memaksa mu lagi menikmati keindahan wajah nya.
“ Lyra, maaf... “ bisik mu lirih,
sebelum akhir nya dia melenguh lembut menikmati kecupan-kecupan kecil di leher
nya yang jenjang itu. Membiarkan mu mengecup bibir nya yang ranum, bermain-main
dengan bibir tipis nya yang sangat manis itu. Dia hanya diam, membiarkan mu merasakan
betapa dia sangat membutuhkan mu dalam semua situasi...
“ Kev... aku...” dia menarik
kepala mu ke dalam dada nya. Membiarkan mu mendengarkan detak jantung nya yang
berpacu cepat. Dia memohon, merintih...dia menginginkan mu.
“ ya, aku tau ! aku akan melamar kamu secepat nya ! “
ucap mu meyakinkan. Dia tersenyum, kali ini tersenyum sangat bahagia.
Lagi-lagi, membiarkan perasaan cinta nya menguap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar